Senin, 30 September 2019

Lukisan Bernyawa

Oleh : Furi


Potret sempurna di ujung timur membuatku tersenyum tiap waktu
Hendak menutup mata ataupun sebaliknya, kusimpulkan geraman tertahan meski sulit

Kendati memanggilmu guna melepas rindu
Namun, semua sirna akan goresan antik bertema hitam putih di sana
Runcing salah satu tegak lurus itu terasa sangat pas, indah kupandang

Baret cokelat bahan yang begitu estetik bertengger di atas surai legammu
Hidung bangir serta-merta meluluhlantahkan takut dalam jiwa

Sosok menawanmu yang tak ragu kukagumi
Tutur kata sopan jua kelakar yang melekat
Kadang kala, semburat merah kau hadirkan di pualammu
Simetris kecil terbirit membentuk lengkungan nan mewah
Buah jakar terbit tenggelam seperti menyentak sesuatu

Barisan buku kukumu yang berketuk seirama lembayung di peraduan
Kerjapan singkat yang tak ayal menimbulkan keterkejutanku
Sesekali, mahkota pekatmu yang membungkam segala keresahan hati

Menyingkirlah sesaat pada kehebohan yang melunjak
Membaringkan raga sampai terlelap, lepas landas hingga terbit Fajar
Sapaan lembut menyapa runguku dalam balutan ultraviolet yang menyusup lewat tirai
Pada saat itu, jantungku berhenti berdetak






Medan, 30 September 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar