Furi
Tema malam itu hitam
Dua buah gelas berbeda volume, tak tersentuh
Lekukan jemari memangku wajah lelah
Angkuh parasmu yang memikatku
Lagi-lagi tergantung waktu, putaran jarum merah yang lambat
Tiga pilar di sekelilingmu
Empat rangkai anyaman surai legamku, bertambang
Tiga jenis bunga dalam satu rangkaian, darimu
Lilin temaram tak kunjung habis
Selera menu kita yang berbeda
Pun melodi aneh kau sematkan
Dentingan jauh meski amat dekat, gaun putih berlengan manik merah
Senyap,
Cangkir kopi di hadapanku pecah berserakan
Pasangan bernyawa
Aku suka semua permainan peranmu
Walau terasa gila dan menyusahkan, kita berdamai dengan ego
Mengungkap rasa tanpa tawa, ketulusanmu membuatku terkesiap sarkas
Kau utarakan di tengah romansa malam ini
Medan, 27 September 2019
Tema malam itu hitam
Dua buah gelas berbeda volume, tak tersentuh
Lekukan jemari memangku wajah lelah
Angkuh parasmu yang memikatku
Lagi-lagi tergantung waktu, putaran jarum merah yang lambat
Tiga pilar di sekelilingmu
Empat rangkai anyaman surai legamku, bertambang
Tiga jenis bunga dalam satu rangkaian, darimu
Lilin temaram tak kunjung habis
Selera menu kita yang berbeda
Pun melodi aneh kau sematkan
Dentingan jauh meski amat dekat, gaun putih berlengan manik merah
Senyap,
Cangkir kopi di hadapanku pecah berserakan
Pasangan bernyawa
Aku suka semua permainan peranmu
Walau terasa gila dan menyusahkan, kita berdamai dengan ego
Mengungkap rasa tanpa tawa, ketulusanmu membuatku terkesiap sarkas
Kau utarakan di tengah romansa malam ini
Medan, 27 September 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar