Rabu, 25 September 2019

Abstrak

Oleh: Furi

Tempias yang menimpa kepala sore itu
Padahal laguku sedang baik
Neraca pasir belum berhenti mengalir
Serta gunda yang merayap bebas

Hati keras, pun rasa membeku
Tersenyum simpul guna menyapa
Sedih yang bagaimana sebenarnya
Tutup diary hitam kuganti abu-abu

Ampunilah, aku juga sedang bingung
Pada dasarnya tentang apa
Bagaimana maksudnya saja tidak jelas
Tiap bait ini tak menerangkan apapun

Ambigu,
Kontemporerkah
Atau harus jadi senandika saja
Lalu jika kusebut prosa liris bisakah

Pahami saja intinya
Cerna tiap kataku di dalam sini
Jiwa raga sedang lelah
Tak sanggup bergelung dengan syair yang apik




Medan, 25 September 2019

9 komentar: