Senin, 14 Oktober 2019

Senandika Jilid VI


Resah
Oleh : Furi

      Detik dimana waktu berjalan sangat lambat dan cepat. Pikiran ikut berotasi tanpa kata, ada saat rasanya sangat ingin menangis sepuasnya atau tertawa sampai puas.

      Malam ini, berhenti sejenak dari segala kekacauan yang menyebar dalam pikiran. Sedang jari sibuk menari di atas keyboard kebangaan. Menelan pahit hingga terasa manis serta hambar ke komplit.

      Pertikian dua sejoli kasat mata tak kunjung usai, haruskah melenyapkan diri jua. Senandung dari lubuk hati terdalam masih menginginkan menghirup dan menghembuskan oksigen dengan bebas. Meski, seperti mencerna karbondioksida.

      Kepalan tangan setia menggulung pasang, sesekali layangan lima ruas jari pun ikut berpartisipasi. Tak ada kebencian dalam diri, guna berniat saja enggan.

      Banyak hal berkecamuk mengitari sekeliling hidup termasuk sesuatu yang tak terlalu penting sekalipun.

      Beberapa bait yang sungguh membuat khawatir, sementara keyakinan tak sekuat di awal. Berfikir tuk menghilang selamanya namun, bukan itu solusinya. Bagaimanapun, bila tetap bersamaNya kepercayaan diri akan kembali bahkan bertambah berlipat. Banyak jalan yang Ia tunjukkan, segala taktik baru yang aman Ia sarankan, dan kebahagiaan tiada tanding Ia janjikan.

      Jiwa-jiwa rapuh nan lemah seperti ini bukanlah diriku. Terkadang, kelelahan mampu menyulut sedikit ketenangan hati. Tak menyangkal gundah berlapis-lapis seakan datang bertubi tanpa henti.

      Jikalau semua bukan karena mereka dan diri sendiri. Entah sudah hanyut kemana raga tak berguna ini. Lagi-lagi berusaha dikerasnya sepak terjang batin pribadi.







Medan, 14 Oktober 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar