Oleh : Furi
Setiap kumbang akan pulang ketika menuju petang sedang, lambang gamang nyaris melayang panjang
Petikan senar gitar muda itu dengan segala harmoni membawa kilas memori masa muda
Terlalu kenyang monolog menanggapi prolog dalam tanda petik
Seutas tambang kian mencekik atau katakan saja pengikat rapuh
Tatkala hati mencelos, mulut terbungkam, rasa meraung gusar
Adakalanya lapisan beton pun akan lemah
Alih-alih ingin tahu, kebanyakan kalimat tanya terselip tanda seru di dalamnya
Riskan kacau dan pecah namun, beruntung masih memilikiNya
Pembuktian tak selamanya tentang ramai kata, ada satu jalan cemerlang
Cuitan cendramata tiap tiba pada sangkar asli
Budi pekerti silih berganti mengantri damai
Sejujurnya tak cukup mampu menghujan bela belagak tangguh
Namun, semesta sedikit bermain
Adakah yang mengutarakan semampu tenaga urung julus setingkat padan
Detik dimana terperosot sakit semerta ria sengit terhadap diri sendiri
Penyaksian langsung memohon petunjuk arah
Karena pada dasarnya, diam seolah berimage buruk untuk sebagian orang
Khalayak berimbuh mesra mengucilkan terhadap pribadi garang bertampang lembut
Suatu saat, semoga gedoran kecil menggelitik rasa kemanusian dari sebagian besar
Medan, 13 Oktober 2019
Setiap kumbang akan pulang ketika menuju petang sedang, lambang gamang nyaris melayang panjang
Petikan senar gitar muda itu dengan segala harmoni membawa kilas memori masa muda
Terlalu kenyang monolog menanggapi prolog dalam tanda petik
Seutas tambang kian mencekik atau katakan saja pengikat rapuh
Tatkala hati mencelos, mulut terbungkam, rasa meraung gusar
Adakalanya lapisan beton pun akan lemah
Alih-alih ingin tahu, kebanyakan kalimat tanya terselip tanda seru di dalamnya
Riskan kacau dan pecah namun, beruntung masih memilikiNya
Pembuktian tak selamanya tentang ramai kata, ada satu jalan cemerlang
Cuitan cendramata tiap tiba pada sangkar asli
Budi pekerti silih berganti mengantri damai
Sejujurnya tak cukup mampu menghujan bela belagak tangguh
Namun, semesta sedikit bermain
Adakah yang mengutarakan semampu tenaga urung julus setingkat padan
Detik dimana terperosot sakit semerta ria sengit terhadap diri sendiri
Penyaksian langsung memohon petunjuk arah
Karena pada dasarnya, diam seolah berimage buruk untuk sebagian orang
Khalayak berimbuh mesra mengucilkan terhadap pribadi garang bertampang lembut
Suatu saat, semoga gedoran kecil menggelitik rasa kemanusian dari sebagian besar
Medan, 13 Oktober 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar