Sabtu, 14 September 2019

Negeri Anak Bangsa


Negeri Anak Bangsa
Furi

Adiwiyata Jumat pagi ini
Kumulai dengan sesak kemacetan lalu lintas
Berbondong langkah menuju tiap hak dan kewajiban
Meski sering kali kurasa penat

Asap kendaraan dan puing sampah berserakan
Ngeri mata memandang
Pun tumpukan plastik yang sulit terurai
Genangan air keruh disana-sini

Basah,
Disaat lenganku menyentuh baja lama
Lelehan minyak hitam dari kendaraan rongsokan
Betapa inikah layak disebut pemukiman penduduk

Udara bahkan enggan menetap
Sebab hanya kekumuhan yang ada
Nyaris batinku menjerit sarkas
Apa gunaku di muka bumi ini

Di depan sana,
Generasi sepertiku asik menyelami obrolan santai mereka
Tampak acuh dengan lingkungan sekitar
Padahal beberapa raga senja sibuk memungut dengan karung usang
Egois sekali jiwa-jiwa muda seperti itu

Singapura, 14 September 2019

2 komentar:

  1. Jadi pengen diajari nulis puisi juga nih, kak 😍😍😍

    BalasHapus
  2. Perpaduan yang luar mantap sekali untuk tiga kata kunci nya

    BalasHapus