
Ketika Kehilangan
Furi
Aku ingin marah,
Ntah pada siapa yang tak jelas
Kepulanganmu menyakitkan
Bukan aku benci pada-NYA
Sesak,
Seakan seribu jarum menghantam dadaku
Tak lagi kulihat tawa renyahmu
Beginikah sakitnya
Lembayung sudah berlabuh di tempatnya
Detik waktu berjalan sangat lambat
Meninggalkan goresan luka yang amat perih
Tinggal kenangan saja
Aroma tubuhmu yang terbayang
Lembut tuturmu ketika menasihati
Pun sapuan singkat di suraiku
Kekesalan yang tak pernah kau perlihatkan
Tuhan menyayangimu
Berbagi cinta selama masa hidup singkat ini
Terpekur dalam kubangan kecil
Menyertai doa setiap saat untukmu
Rentan,
Penggambaran akan sosokmu yang nyata
Tenanglah dalam keabadian sesungguhnya
Sekali lagi aku menyayangimu
Singapura, 13 September 2019

Patah untuk tumbuh hilang untuk berganti πππ
BalasHapusMenyentuh...
BalasHapusPuisi keren semua πππ
BalasHapusBelum pernah aku sekalipun bisa buat puisi sekeren iniπ
Kehilangan mengajarkan pada Kita untuk memaknai waktu.
BalasHapusKenangan yang tersimpan abadi dan doa yang selalu mengiringi.
BalasHapus