Renjana Bocah Tua
Furi
Genta menggema keseluruh ruang kelas
Satu-persatu berhamburan mencari kesenangan
Hendak berlari mengikuti teman
Namun tertahan karena riak air mulai menyapa bumi
Petang yang nyalang melintang
Menoleh riang, sebab pelangi dalam genggaman
Tawanya menguar betapa puas oleh kesederhanaan
Langkah penuh ruam pun ringisan bersama kerjapan mata
Menyaksikan tiap tetes di depannya
Terbirit lebar singgungan manis itu
Meski tak senormal remaja pada umumnya
Ketika dingin dirasa menusuk kulitnya
Cakupan luas jemari langsing disana tampak menggenang
Ia tertawa nyaris menjerit bangga
Hendak melompat berakhir tersungkur, basah
Netranya berbinar cerah tanpa beban
Kuyup bukan masalah
Uluran tangan lain ia tepis marah
Menikmati kuasaNya yang serta-merta menghilangkan dahaga
Swastamita menyaksikannya bergelung ria
Tamparan udara yang membelai random paras jua kalbu
Keistimewaan tiap indivu bukanlah petaka
Menerima adalah anugerah terindah
Medan, 21 September 2019
Penat emang harus di basmi, itu hama banget itu 🤭
BalasHapusSalam Tokyo
Bocah tua itu maksudnya orang dewasa ya
BalasHapusHayo dipahami lagi maksud puisinya😁
HapusSwastamita dan rasa sastra yang begitu kentalnya..
BalasHapusWahh!! :D
.
.
Arsilogi.id
Mantap kak, pengen atuh buat puisi bgus gini
BalasHapusBtw salam dri medan juga
😊