Kamis, 17 Oktober 2019

Pembicara Mutlak

Furi

Ada walau tak semua pribadi yang kukenal menanam sifat demikian
Terus berputar membanggakan mengumumkan bahwa dirinya selalu hebat, terlampau yakin

Mandevilla lepas serabut berjiwa sayu
Akarnya tertimbun di dalam sana namun, cengkramannya bukan main melilit lebat
Podium di atas teratai berujar singgasana dari emas, sedang kaos oblong gombor berdalih lencana logam mulia

Sederet nyaris tak terhitung jari,
Pada torehan pun jangkauan biasa berdedikasi tetap sama
Menarik sekilas awal peradaban, masa tak tahu menahu kian melejit sesukanya

Cawan retak itu yang selalu berkibar sumringah sembari mengintip jari
Nampan kaleng jadul tertumpu sampul berdempul kelabus
Sepintas pola dengan isinya tidak jauh berbeda
Pabo kekinian semakin gencar angkat dagu

Kebolehan yang cukup berbekal kasih sayang atau goresan buatan objek pikir
Kali kedua bersahutan dengan spesies tersebut
Mereka dan mungkin prinsip kejeniusan kalah saing dengannya, mendendangkan puitis senampa perbait
Jangankan sama atau tinggi, pada dasarnya mereka yang amat sangat mendalami peran kekanakan






Medan, 17 Oktober 2019

6 komentar: