Selasa, 15 Oktober 2019

Senandika Jilid VII


PecanduMu
Furi

      Goresan dan jabaran yang tak seberapa ini kuungkapkan untuk menggambarkan sebesar apa hati dan jiwa amat sangat mengasih. Pada Sang Cerah.

      Banyak makna yang tak kuasa terdikte tapi, denganmu semua terasa benar. Tiap pergerakan atau kegiatan bercengkrama kita yang rutin kususul.

      Berhubung Kau segala bintang dan bulan, semesta dari terdepan. Sahutan dan segala bentuk teguran kecil yang kurasa mengerikan sempurna, mengetuk rohani pada siapa kukan berpulang.

      Sedari dulu sampai detik ini, meski aku bukanlah yang terbaik jua sempurna. Namun, jalan tuk menyembahMu jalan tuk meminta padaMu jalan tuk apapun yang kupinta. Hampa tanpaMu, jiwa merintih bodoh, luntang-lantung tak kenal arah. Maka, kesempurnaan hanya milikMu, kuasaMu, krtika bersamaMu.


      Kilatan gerak diri masa lampau serta keterpurukan kala itu. Atas bantuanMu dan kehendakMu. Dari perjalanan panjang hingga nyaris melalui jalan pintas. Bersyukur tanpa kecewa begitu banyak bahwa, pilihan bergantung PadaNya tidak sia-sia.







Medan, 15 Oktober 2019

2 komentar:

  1. Tak ada yang sia-sia saat kita gantungkan kepadanNya......
    Keren kak..

    BalasHapus
  2. MasyaAllah, hanya Dialah tempat bergantung.

    BalasHapus