Rabu, 18 September 2019

Sepakat



Sepakat
Furi

Malam dingin dalam kepulan magenta pekat
Di ujung sana bayang hitam menghampiri perlahan
Rongsok mengoyak sanubari bak pendekar sakti
Memuncak, tumpah ruah menenggelamkan diri

Segelintir nyeri menusuk rusuk
Kau yang kian jauh atau aku yang merenggang
Kau picik dengan caramu atau aku yang terlalu egois
Atau kita bergerak terlalu lambat

Saliva mencekik guratan sangar tampang lembut
Kegaduhan yang tak kunjung usai
Sebab hati masih tetap bertahan
Kelakarmu demikian, pun aku yang terdiam

Tak ada lisan,
Seperti biasa kita bersua
Hubungan ini yang tak ternilai antara dua kepala
Semburat syahdu selalu mengecoh

Kau, pemakai mahkota Rajamu sendiri
Sedang aku penikmat erat realita klasik
Kau kobaran api sedang aku suka meredahkan
Merenggut kilatmu sampai telak tak bersisa
Kita kontras sebagaimana jalan ceritapun usai


Medan, 8 Juli 2019 (revisi 18 September 2019)

11 komentar: