Untuk Bunda
Furi
Hangat,
Sapuan kulit mewahmu yang bercahaya
Lembut tiap baris kalimat nan bermanfaat
Cinta pertama dan selamanya untukku
Bidadari surga titipan-Nya
Malaikat nyata dalam wujud manusia
Kau tak sebatas orang tua bagiku
Jasamu bahkan melebihi buih pantai
Sujud syukur selalu kulakukan kala ingat memilikimu
Aku,
Kekasih abadi darah dagingmu
Hidup ini lengkap karenamu
Betapa aku bangga akan pahlawan bersayap emas
Sampai diri ini rimpuh sekali pun
Sosokmu tak kan tergantikan
Sebab dikau adalah bidukku
Lampion megah dalam belantara
Tingkahku adalah katamu, kataku jua turut perhatianmu
Bagaimana kau selalu menganggapku layaknya dandelion
Mata yang turut berair melihat kesedihanku
Pun tawa tak redup kala bahagiaku
Menggiring elok tiap langkah yang kuambil
Tak luput dari kisah klasik penuh warna
Bunda,
Ibuku terhebat melebihi apapun
Panutan hidup serta jembatan kokohku
Teruslah sehat dan bahagia demi raga lemah ini
Jangan bosan menuntunku
Sampai kafan menyelimuti mayitku
Kan kusuarakan lantang aku mencintaimu
Terima kasih tak sebanding dengan usahamu
Tak cukup untuk mengutarakan segalanya
Kau duniaku, pengisi kekosongan jiwa
Maaf atas perilakuku
Kasihku terhadapmu sampai bila-bila
Singapura, 15 September 2019
masyaallah, terharu bacanya😢
BalasHapusAaah tak akan pernah habis kata jika menuliskan tentang ibunda.. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
BalasHapusHuhuhu jadi kangen mamaðŸ˜
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIbu pokoknya the best.
BalasHapusBunda my favorite dokter in the world 😘
BalasHapus