Minggu, 15 September 2019

Untuk Bunda


Untuk Bunda
Furi

Hangat,
Sapuan kulit mewahmu yang bercahaya
Lembut tiap baris kalimat nan bermanfaat
Cinta pertama dan selamanya untukku

Bidadari surga titipan-Nya
Malaikat nyata dalam wujud manusia
Kau tak sebatas orang tua bagiku
Jasamu bahkan melebihi buih pantai
Sujud syukur selalu kulakukan kala ingat memilikimu

Aku,
Kekasih abadi darah dagingmu
Hidup ini lengkap karenamu
Betapa aku bangga akan pahlawan bersayap emas

Sampai diri ini rimpuh sekali pun
Sosokmu tak kan tergantikan
Sebab dikau adalah bidukku
Lampion megah dalam belantara
Tingkahku adalah katamu, kataku jua turut perhatianmu

Bagaimana kau selalu menganggapku layaknya dandelion
Mata yang turut berair melihat kesedihanku
Pun tawa tak redup kala bahagiaku
Menggiring elok tiap langkah yang kuambil
Tak luput dari kisah klasik penuh warna

Bunda,
Ibuku terhebat melebihi apapun
Panutan hidup serta jembatan kokohku
Teruslah sehat dan bahagia demi raga lemah ini
Jangan bosan menuntunku
Sampai kafan menyelimuti mayitku
Kan kusuarakan lantang aku mencintaimu

Terima kasih tak sebanding dengan usahamu
Tak cukup untuk mengutarakan segalanya
Kau duniaku, pengisi kekosongan jiwa
Maaf atas perilakuku
Kasihku terhadapmu sampai bila-bila

Singapura, 15 September 2019

6 komentar: