Selasa, 01 Oktober 2019

Satu Oktober

Furi




Ada kisah yang harus usai di jajaran akhir tahun kali ini
Secarik memori lampau dalam kepahitan

Wira-wiri berkedok kewajiban padahal tindihan
Menuding tak berbatas belas kasih, cemooh
Merunduk semakin terinjak sedang kawanan setan beriringan
Ada dosa besarkah masa itu

Simpul,
Sumringah nian maksud keakraban palsu
Menepi sampai pagi, makan sampai muntah

Meski begitu, pura-pura tidak tahu saja
Melintas terasa mencekik, sakit sekali
Berdoa sepanjang jarum jam berotasi lambat

Cemburu tak jelas atau lihai menipu pun berperan ganda, sama jua
Kerlingan nakal guna menyusup sarkas
Kala kata-kata yang tak lagi mampu menjabarkan
Dan keterdiaman memandang gawai, sembari memohon kesadarannya di sana

Objek ketertarikan semata bersama segenggam ide agar selesai
Namun, selalu berakhir waktu tuk menjawab





Medan, 1 Oktober 2019

2 komentar:

  1. Dan otakku terlalu tumpul untuk memaknai setiap jejeran aksaramu.
    Kita sama-sama berbahasa, namun nampaknya bahasa kita berbeda...

    BalasHapus
  2. Blog yg penuh puisi, aku sukaaa mbakkk furi 😍😍

    BalasHapus